STUDI BANDING PENGEMBANGAN BURUNG HANTU DI TLOGOWERU, HAMPIR SETIAP HARI

 

Pemerintah Desa Kedungori.Kecamatan Dempet Kab Demak, studi banding di Desa Tlogoweru, sabtu  (30 /12/2011) tentang kegiatan pertanian, peternakan dan tyto alba. Sebelum desa kedungori, adalah Desa Cabean Kecamatan Demak, bedanya, kalau desa Cabean khusus belajar tyto alba.

 
Kades & Sekdes Kedungori bersama tokoh masyarakat

Dimana mana tikus memang momok bagi petani. Upaya yang dilakukan berbagai cara untuk mengatasi hama pengerat tersebut. Terbukti di Desa Tlogoweru berhasil teratasi, sekitar 6 bulan yang lalu, tidak jauh berbeda dengan desa- desa tersebut, sudah cukup lama petani Tlogoweru selalu berbagi hasil dengan tikus, bahkan sering petani tidak kebagian apa apa.

Untuk itulah timbul pemikiran Kepala Desa, Soetedjo, dengan cara apa yang paling efektif mengatasi hama tikus tersebut. Kebetulan tentang predator, dibicarakan pada saat rapat bersama ketua LPKS, Hizkia Totok, bahwa burung hantu dikembangkan dapat mengendalikan hama tikus,info  tersebut diperoleh dari teman pak Totok. Akhirnya kami mencari literatur di internet, diperoleh alamat tempat pengembangan burung hantu, tyto alba, di Ngrambe Ngawi Jawa Timur.

 
Mas Heri, Dipertan Demak, dan Kades Tlogoweru

 

Kami bersama tim sejumlah 14 orang belajar tentang predator tersebut di Ngawi selama 3 hari. Dengan semangat tinggi, tanpa mengenal lelah sepulang dari Ngawi, oleh kepala desa dibentuk tim tyto alba, sekaligus diperdeskan.

Setiap jelang magrib, mengadakan investigasi di tempat yang diduga ada burung hantu, baik di desa sendiri maupun di tempat lain, tidak jadi hambatan meskipun suasana hujan.

Kelihatan aneh saat itu, kami selalu keluar malam, hanya untuk mempelajari habitat dan tabiat predator tikus tersebut, mulai dari ingin tahu jumlah telur, cara induk memberi pakan anaknya hingga bagaimana proses kawin tyto alba saat birahi, apakah seperti burung kebanyakan atau secara ekslusif beda.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan